“Sesungguhnya tanda ia akan menjadi
raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan
daripada Tuhanmu dan sisa daripada peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman.”
(al-Baqarah: 248)
TABUT sebagaimana yang diceritakan dalam
al-Quran adalah satu anugerah Allah kepada Bani Israel. Di dalamnya
terdapat sebuah kitab suci. Ia berukuran tiga hasta panjang dan dua
hasta lebar. Ia mempunyai berbagai-bagai keistimewaan. Tabut tersebut
boleh memberikan ketenangan dan semangat kepada sesiapa sahaja yang
melihatnya. Ia mampu mengalahkan pihak lawan dalam peperangan. Sekiranya
Tabut itu dibawa ketika berperang, sudah pasti pihak musuh akan berasa
gentar dan tewas.
Malangnya, Bani Israel tidak tahu
mensyukuri anugerah yang diberikan itu. Mereka mengingkari segala
perintah Allah s.w.t.. Mereka banyak memalsukan kitab suci mereka.
Mereka juga ingkar dengan ajaran Nabi Samuel. Pada zaman tersebut, Nabi
Samuel diutuskan oleh Allah untuk menyeru mereka ke jalan kebenaran.
Semasa kecil Nabi Samuel telah dididik dan dibesarkan oleh orang yang
alim. Baginda kemudiannya diajar dengan ajaran Nabi Musa dan juga kitab
sucinya iaitu Taurat. Setelah dewasa dan menjadi utusan Allah, Nabi
Samuel mula berdakwah kepada Bani Israel supaya menyembah Allah tetapi
mereka ingkar. Malah, mereka tidak percaya akan kenabian Nabi Samuel.
Mereka menuduhnya sebagai pendusta. Bani Israel telah mencabarnya agar
menunjukkan bukti kenabiannya. Lalu Allah menarik balik keistimewaan
yang diberikan kepada Bani Israel itu. Dia menukarkannya dengan memberi
kekuatan dan keberanian kepada orang-orang Palestin. Ketika Palestin
berperang dengan Bani Israel, mereka berjaya mengalahkan Bani Israel
dengan mudahnya. Bani Israel telah diusir dari Jerusalem. Tabut yang
menjadi azimat mereka selama ini telah dirampas.
Replika Tabut Nabi Musa Alaihisalam
Gambar di atas merupakan gambaran replika
benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya
begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat
berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari
Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap
dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.
Postinganku kali ini akan mencoba mengisahkan sejarah dari benda
tersebut. Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi
banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria,
yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar
biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram
ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan
ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj. Jauh Sebelum itu
nabi Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum
Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, nabi
Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda
misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.
Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari
agama Yahudi. Bagaimana tabut itu sampai disini dan bagaimana bisa
lenyap dari sini? itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang
terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa
lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang
lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah
Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir.
Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia
membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang
belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di
dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi
tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai
ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung
Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga
membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah
Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita
sebut sebagai Tabut Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik,
berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61
cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan
dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4
cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat
dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut
sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana
Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung
atasnya dan saling berhadapan.
Ilustrasi mengenai turunnya 10 Perintah Allah di Gunung Sinai yang disampaikan kepada Musa
Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40
tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut
itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini
mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut
cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam
setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel
akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat
terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada
catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang
menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan. Satu orang
malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat
tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung
mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda
untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi
justru sebaliknya.
Gereja Zion of Mary di Axum Utopia adalah dipercayaai tempat dimana Tabut tersebut disembunyikan
Ada sesetengah pihak mengatakan bahawa
tabut tersebut pernah diangkut ke Yerusalem , ternyata tabut suci
tersebut ada di Axum – kota bagian utara dari Etiopiatabut tersebut
sudah disimpan disana sejak sekitar 3.000 th yang lampau, sejak kerajaan
Salomo (Nabi Allah Sulaiman). Disimpan di dalam satu tempat rahasia, di
dalam gua dibawah tanah dari gereja “Zion of Mary”. Gua tersebut dijaga
dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel.
Imam penjaga tabut, tidak diperkenankan
keluar dari gua tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai
dengan keruangan ke enam saja, untuk mengambil makanan/minuman yg
dibawakan oleh imam tetua lainnya. Ia harus tinggal diruangan tersebut
selama hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam
setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan
lainnya. Kebanyakan penjaga di situ dipercayai akan mengalami buta dan
menemuai ajal dalam keadaan tubuh mereka terbakar atau keracunan kesan
dari radiasi dari tabut tersebut yang dikatakan mengandungi kesan
radioaktif yang luar biasa sehinggakan sesiapa sahaja yang menyentuhnya
juga akan menemui ajal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar